Cara Membuat Penelitian Tindakan Kelas Yang Sederhana
ADMINSEKOLAH.ID Menulis bagi seorang tenaga pendidik atau tenaga edukasi ataupun dosen adalah merupakan suatu tuntutan dan keharusan. Kalimat tersebut tentu saja berkonotasi tekanan serta sesuatu yang seakan tenaga pendidik atau tenaga edukasi tidak senangi tetapi tetap harus dilakukan. Hal tersebut semestinya tidak perlu terjadi jika tenaga pendidik atau tenaga edukasi dapat menghayati jati dirinya sebagai seorang penulis. Berapa banyak materi yang tenaga pendidik atau tenaga edukasi telah hasilkan lewat tulisan. Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang di dalam “bertumpuk” tulisan yang menggambarkan proses pembelajaran yang berlangsung. Betapa sering tenaga pendidik atau tenaga edukasi menyusun soal bahkan bank soal. Tak terhitung lagi jumlah catatan-catatan kecil yang ditulis oleh tenaga pendidik atau tenaga edukasi untuk mengoreksi tugas atau pekerjaan siswa. Semuanya itu yang jelas dan hampir pasti dilakukan oleh seroang tenaga pendidik atau tenaga edukasi.
Jika kita lebih memperdalam, maka dapat diungkap bahwa telah sekian
kali tenaga pendidik atau tenaga edukasi melakukan proses pembelajaran dengan
berbagai teknik dan metode pembelajaran yang semuanya dapat dijadikan sebuah
tulisan bahkan dapat menjadi laporan penelitian. Penelitian yang dianggap
sangat mungkin dan mudah bagi tenaga pendidik atau tenaga edukasi adalah
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Secara sederhana, PTK adalah penelitian yang
dilaksanakan di dalam kelas oleh tenaga pendidik atau tenaga edukasi tanpa
harus menyita waktu khusus untuk meneliti, sehingga penelitian ini dilakukan
bersamaan dengan proses pembelajaran di kelas oleh tenaga pendidik atau tenaga
edukasi. Inilah salah satu kemudahan PTK jika tenaga pendidik atau tenaga
edukasi ingin menyusun sebuah laporan penelitian. Namun, tidak hanya itu, ada
beberapa “rahasia” mengapa PTK diyakini mudah untuk dilakukan oleh seorang tenaga
pendidik atau tenaga edukasi.
Seorang tenaga pendidik atau tenaga edukasi yang akan menyusun
sebuah laporan PTK harus terlebih dahulu menghilangkan anggapan bahwa PTK itu
sulit. Pendapat itu didasari oleh pengetahuan tentang PTK yang diperoleh
melalui bangku kuliah memang terbilang rumit, karena mulai pengajuan judul,
proposal, sampai penyusunan laporan banyak perbaikan-perbaikan yang dilakukan
oleh dosen pembimbing disertai dengan “penderitaan” jika dosen pembimbingnya
termasuk yang “killer”. Bahkan, sebagian dari mereka ada yang gagal dan harus
mengulang karena PTK nya ditolak. Pengalaman itu sebenarnya adalah wajar,
karena masih berstatus mahasiswa yang akan memeroleh gelar sarjana atau master.
PTK yang disusun oleh tenaga pendidik atau tenaga edukasi untuk
keperluan kenaikan pangkat atau golongan tentu tidak sesulit itu lagi karena
pengetahuan dan aplikasinya telah kita ketahui, bahkan bisa menjadi mudah
dengan beberapa rahasia agar PTK yang kita susun dapat diterima atau dinilai.
Rahasianya adalah sebagai berikut:
1.Ide
Ide harus brillian dan smart, artinya kreatif serta menarik. Untuk mendapatkan
ide kita harus banyak membaca. Akan lebih baik jika ide itu belum pernah
disinggung pada penelitian lainnya. Ide penting untuk memberi arah pada
penelitian yang akan disusun. Hampir semua proses pembelajaran yang dilakukan
sebagai penjelmaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta Indikator,
memunyai masalah atau tidak sempurna, sehingga ide yang brillian tadi akan
memilih masalah yang cocok dengan sendirinya. Tapi, tentu saja masalah dapat
pula menentukan ide. Intinya, ide harus jitu. Misalnya, idenya adalah
Heandphone (HP). Pertanyaaannya adalah, pembelajaran apa yang cocok dengan
media HP. Selanjutnya ide ini akan terus kita kembangkan.
2.Judul
Penyusunan kalimat judul PTK juga harus menarik minat. Judul tentu
berkaitan erat dengan ide, bahkan judul dapat menggambarkan ide yang brillian
tadi. Contoh judul berdasarkan ide di atas sebagai berikut: a. Peningkatan
Kemampuan Membuat Kalimat Aktif Melalui Pemanfaatan Media SMS HP pada Siswa
Kelas ..... b. Peningkatan Kemampuan Menyebutkan Kata-kata Berawalan me Melalui
Tulisan pada Bekas Minuman Teh Gelas pada Siswa Kelas.... Judul di atas akan
lebih menarik jika kita membuat judul PTK yang konvensional, seperti
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa melalui Metode Diskusi di SMP.... Ingat,
penilai PTK untuk tenaga pendidik atau tenaga edukasi sangat kurang sedangkan
yang akan dinilai sangat banyak, sehingga dibutuhkan ketertarikan penilai untuk
membaca PTK yang telah kita susun.
3.Latar Belakang
Biasa disebut latar belakang masalah. Tunjukkan bahwa masalah
“kalimat aktif” atau “kata berawalan me” memang menjadi masalah di kelas yang
kita ajar. Meski diharapkan pembahasan latar belakang dimulai yang luas lalu
terperinci di dalam kelas kita dengan masalah yang detail pula, namun keluasan
pembahasan tidak perlu sampai membahas yang terlalu luas.
4.Kajian Pustaka
Pada bagian ini, meski lebih panjang dalam uraiannya, namun sangat
mudah menyusunnya. Semua variabel pada judul usahakan mendapat rujukan yang
sesuai. Pada judul a, rujukan yang harus ada adalah Jenis-jenis kalimat,
kalimat aktif, SMS dan HP, serta KTSP. Pada judul b, rujukan yang harus ada
adalah jenis-jenis kata, kata-kata berawalan, barang bekas, dan anak SD. Saat
ini mencari literatur tidak lagi sulit, selain buku di perpustakaan sekolah
sudah banyak, internet juga menyediakan literatur-literatur yang kapabel,
bahkan e-book dapat ditemukan dengan mudah untuk memperkuat kajian pustaka
penelitian kita.
5.Siklus
Tak mengapa jika langsung menentukan 2 siklus dengan setiap siklus
2 kali pertemuan. Hal ini dengan anggapan, bahwa 1 siklus adalah penelitian
seadanya dan 3 siklus adalah penelitian bertele-tele bahkan dapat mengganggu
proses pembelajaran yang sementara berlangsung. Siklus 1 dan 2, pada dasarnya
sama. Hanya yang perlu ada adalah hasil refleksi siklus 1 harus menampakkan
bahwa belum sempurna atau belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
dengan berbagai kendala. Itulah yang menjadi alasan dilakukannya siklus 2. Pada
siklus 2 semua kendala di atasi dengan penambahan 1 atau 2 kegiatan baru yang
merupakan penyempurnaan siklus 1.
6.Hasil dan Pembahasan
Pada bagian ini, sangat dianjurkan untuk memberikan grafik
pencapaian terhadap kriteria-kriteria penilaian seperti sangat tepat, tepat,
kurang tepat, dan tidak tepat. Pada judul a, penilaiannya antara lain a.
Kecepatan penulisan SMS, b. Kebenaran kalimat yang ditulis, dan c. Kreatifitas
kalimat yang tidak monoton. Maka, grafik yang dibuat ada 3 grafik untuk
masing-masing siklus. Grafik ini akan memberi gambaran nyata terjadinya
peningkatan dari siklus I ke siklus II bahkan dapat ditambah sebelum siklus 1 ada
pra tindakan.
7.Lampiran
Ada kemungkinan lembaran lampiran lebih banyak daripada isi laporan
PTK. Lampiran identik dengan standar otentifikasi PTK kita. Semua yang
berkenaan dengan penelitian sebisanya dilampirkan. Untuk judul a, yang
dilampirkan antara lain: daftar nama siswa (foto copi absen), lampiran nilai
grafik 6 lembar atau 9 lembar, soal tes tertulis, contoh hasil pekerjaan siswa,
daftar nilai hasil setiap siklus, foto proses pembelajaran dengan menggunakan
HP untuk sms.
Demikian, ketujuh yang penulis sebut sebagai rahasia. Rahasia karena itulah yang paling penting untuk dimaksimalkan penulisannya dan ketujuh hal tersebut mudah untuk mengulasnya secara benar sebagaimana petunjuk singkat di atas. Jika ketujuh hal tersebut mudah, maka tentu saja hal lainnya dalam PTK akan lebih mudah lagi. Oleh karena itu, mungkin tak ada alasan lagi jika seorang tenaga pendidik atau tenaga edukasi mengatakan sulit dalam menyusun PTK, kecuali bagi tenaga pendidik atau tenaga edukasi yang tidak mau.
Sumber : jagoketik.com