Komponen PTK dan Jurnal Ilimiah
Untuk
meningkatkan kemampuan berbahasa dalam bentuk tulisan sesuai EYD, maka siswa
akan diberikan materi mengenai penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia. Selain
itu, mereka juga diminta untuk membuat sebuah tulisan ilmiah, lengkap dengan
komponen-komponenya.
Pengertian
Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah
merupakan artikel yang disusun sedemikian rupa, untuk memberikan kontribusi
terhadap teori dan juga penerapan ilmu. Pada umumnya, tulisan ini disusun mulai
dari judul hingga daftar pustaka. Diharuskan setiap bagian memiliki kualitas
tinggi, baik dari tata bahasanya maupun tema yang harus menarik pembaca.
Dalam membuat
jurnal ilmiah, disarankan untuk mengetahui ruang lingkup bidang keilmuan yang
dipilih. Ini dilakukan untuk mengecek apakah artikel sudah sesuai atau belum.
Selanjutnya, mencari referensi atau materi tentang topik pembahasannya. Untuk referensi
jurnal harus berasal dari jurnal juga.
Setelah itu,
Anda baru bisa mulai menulis jurnal ilmiah sesuai dengan ejaan yang
disempurnakan (EYD ) bahasa Indonesia secara benar. Usahakan jangan sampai ada
typo dalam penulisan, karena dapat mengurangi nilainya.
Komponen
Penulisan Jurnal Bahasa Indonesia
Saat menulis
sebuah jurnal ilmiah, selain memperhatikan tata dan gaya bahasanya, juga harus
paham dan mengerti tentang komponen yang harus ada di dalamnya. Jika Anda belum
mengetahuinya, simak penjelasan di bawah ini:
1. Judul
Setiap jurnal
ilmiah harus memiliki judul yang singat, jelas dan padat. Dengan melihat judul diharapkan
pembaca sudah bisa mengetahui inti dari tulisan secara keseluruhan.
Judul yang
dibuat dalam tulisan tersebut tidak diperbolehkan memiliki makna ganda. Selain
itu, jangan lebih dari 12 kata untuk jurnal PTK bahasa Indonesia. Ini ditulis
di tengah atas halaman menggunakan huruf kapital serta dicetak tebal.
2. Nama dan
Alamat Penulis
Nama penulis
dalam jurnal PTK harus ditulis tanpa mencantumkan gelar dan usahakan tetap
tidak salah. Poin ini cukup penting untuk pengindeksan siapa pengarangnya.
Selanjutnya,
juga lengkapi dengan alamat rumah dan e-mail. Tulis secara jelas dan letakkan
pada footnote (catatan kaki) di halaman judul dengan ukuran huruf lebih kecil
dari bagian lainnya.
3. Abstrak
Perlu diperhatikan
bahwa abstrak itu berbeda dengan ringkasan. Dalam penulisan jurnal ilmiah
Bahasa Indonesia, komponen ini berfungsi untuk mencerna secara singkat isi dari
tulisan. Bagian ini diharuskan menyajikan tidak lebih dari 200 kata yang
mencangkup tujuan, metode, hasil dan juga kesimpulannya.
Penulisan
abstrak tidak boleh menggunakan singkatan ataupun kutipan, karena harus berdiri
sendiri tanpa footnote. Biasanya komponen ini dibuat terakhir. Cara mudah dalam
menyusunnya adalah dengan mengutip poin-poin paling penting di setiap bagian,
dan ditulis menggunakan jarak 1 spasi.
4. Kata Kunci
Dalam membuat
abstrak harus dilengkapi dengan kata kunci 3-5, berisi istilah-istilah dengan
mewakili konsep-konsep dan ide-ide dasar yang dibahas dalam jurnal ilmiah ini.
5. Pendahuluan
Pada bagian
pembahasan berisi latar belakang, rumusan masalah yang akan diteliti, kaitkan
juga dengan teori dan terakhir uraikan tujuan melakukan penelitian tersebut.
Kurang lebih dibuat antara 4 sampai 6 halaman.
6. Metode
Penelitian
Di bagian ini,
akan menjelaskan tentang metode yang digunakan. Di dalamnya mencakup waktu dan
lokasi penelitian, teknik pengumpulan data dan sebagainya.
7. Pembahasan
Pembahasan
dibagi menjadi beberapa sub bab dan dibuat kurang lebih 4-6 halaman. Isi
pembahasan ini yaitu menjelaskan keterkaitan data yang diperoleh dengan teori,
menghubungkan hasil penelitian Anda dengan lainnya dan cari tahu persamaan
maupun perbedaannya.
8. Kesimpulan
dan Saran
Berisi tentang
penegasan dari penulis tentang hasil penelitian dan juga pembahasan. Sedangkan
saran hendaknya didasari oleh data temuan saat melakukan penelitian,
pengembangan teori baru, berimplikasi praktis dan sebagainya.
9. Daftar
Pustaka
Pada bagian
ini, ditulis langsung setelah teks berhasil. Kalimat pada tulisan daftar
pustaka dicetak tebal dengan huruf tegak dan kapital semua.
Demikian komponen
penulisan jurnal ilmiah Bahasa Indonesia yang bisa kami sampaikan. Diharapkan
setelah membaca uraian di atas, selanjutnya bisa menyusun tulisan dengan baik
dan benar.